Selasa, 18 Desember 2012

SEKELUMIT MASALAH PENDIDIKAN DAN KETENAGA KERJAAN DI INDONESIA

Logika kaum borjuasi memandang pendidikan adalah komoditi privat. Mereka memposisikan pendidikan sebagai kebutuhan tersier sehingga liberalisasi pun semakin nyata.

Ada sekitar 19 juta anak indonesia tidak dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi, hanya ada 4,9 juta anak indonesia yang dapat mengakses. Sehingga ada 19 juta anak indonesia siap bertarung untuk mendapatkan Upah Minimum.  

Akan tetapi banyaknya parade tentara cadangan industri telah melegalkan kebijakan mengenai sistem kerja kontrak dan outsourcing.

inilah sekelumit hubungan antara pendidikan dan ketenaga kerjaan. kesemuanya akan dijadikan mesin penggali pundi-pundi oleh para pemilik modal.

Maka sinergis bila tuntutan penghapusan sistem kerja kontrak dan outsorcing disandingkan dengan tuntutan Pendidikan Gratis, Ilmiah, demokratis dan bervisi kerakyatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar