Senin, 16 September 2013
MENGHADAPI KONSEKWENSI Oleh: SK. TRIMURTI (2 Maret 1946) Ujian sejarah akan segera tiba!
Keadaan, baik dalam negeri maupun luar negeri telah nyata terlihat. Siapa saja yang mengerti soal politik, biarpun hanya sedikit, akan mengetahui, bahwa sekarang ini, pihak yang membela Kemerdekaan bangsa-bangsa dengan pihak yang menentang Kemerdekaan, makin lama makin kelihatan terang. Sikap dari negeri-negeri imperialis, telah nyata. Agresi mereka dalam Indonesia, dan cara perundingan mereka dalam sikap UNO memberi kesan yang sejelas-jelasnya, bahwa mereka itu dengan segala macam senjata yang ada, (senjata kasar dan senjata halus), akan terus menjalankan daya-upaya mempertahankan tiap-tiap tanah yang telah menjadi jajahannya.
Bagaimanakah kita bangsa Indonesia menghadapi soal yang telah nyata terang ini? – masihkah akan menunggu-nunggu tempo untuk menentukan sikap?
Tindakan dari pihak imperialis yang nyata harus dijawab dengan tindakan yang nyata pula. Bukan dengan sikap ragu-ragu, menunggu dengan tidak berketentuan apa yang ditunggu.
Menilik suara-suara Rakyat dari berbagai-bagai lapisan yang telah dikeluarkan, baik dengan jalan mosi, dengan jalan tuntutan, dengan jalan protes dan sebagainya, nyata, bahwa Rakyat mempunyai tekad satu, ialah: menolak tiap-tiap usaha penjajahan.
Sekarang, yang menjadi soal, adalah jalan bagaimana, supaya sikap Rakyat yang tegas itu, dapat diselenggarakan, dipimpin, sehingga perjuangan membawa buah yang bermanfaat (kemenangan bagi pihak kita, dan korban dari kita tidak terlalu banyak),
Bagi pemimpin-pemimpin, baik dikalangan tua atau muda, yang bertanggung-jawab, haruslah melihat dari akibat-akibat dari tiap-tiap langkah perbuatannya. Ini tidak berarti mengurangi tekad Rakyat, akan tetapi supaya pemimpin-pemimpin itu dalam member putusan segala sesuatu dipikirkan dulu masak-masak, dipandang dari segala sudut kemungkinan. Dan oleh karena saat rupanya makin mendesak, maka keputusan yang tegas itu hendaknya pula diambil yang secepat-cepatnya.
Ada satu hal yang sekarang ini masih hangat menjadi perundingan antara pihak satu dengan pihak lainnya, ialah: soal berunding dengan musuh. Pihak yang satu mengatakan, baiklah kita mau berunding, karena dengan berunding ini kita akan memperpanjang tempo. Pihak lainnya mengatakan, tidak! Karena dengan tempo yang kita perpanjangkan sendiri itu, kita mengasih kesempatan kepada musuh untuk menyiapkan serangannya dan untuk menduduki tempat-tempat yang strategis dikalangan kita. Lagi pula selama itu, usaha musuh dalam selimut untuk mengacaukan pihak kita , makin mendapat lapangan yang leluasa. Baiknya kita menyatakan sikap yang tegas: tidak mau berunding sebelum pengakuan Kemerdekaan 100% dinyatakan oleh dunia luar.
Soal lagi yang sekarang ini menjadi perbincangan, ialah yang mengenai soal-soal dalam negeri. Rakyat sudah mau bertempur, melawan penjajahan. Untuk ini perlu segera diadakan kordinasi diantara segala badan-badan perjuangan, untuk menyatukan usaha digaris depan. Juga perlu diadakan kordinasi antara tenaga-tenaga produksi (baik industry maupun pertanian) dan tenaga-tenaga distribusi, digaris belakang supaya masyarakat terjamin kemakmurannya. Pendek kata: kordinasi dalam segala lapangan! Tetapi untuk menjalankan kordinasi ini tidak terlalu mudah jalannya, jika system pemerintahan belum sesuai dengan system perjuangan sekarang.
Misalnya saja, dalam mengurus soal-soal ekonomi. Dalam waktu perang, yang harus diutamakan ialah: cukupnya persediaan digaris depan, dan ratanya pembahagian digaris belakang. Jika system pemerintahan yang ada, terutama pemerintahan daerah, masih saja dalam prakteknya menghalangi berlakunya usaha sosialisasi dalam lapangan penghidupan sekarang, maka cita-cita yang tinggi dan praktis dari badan-badan perjuangan itu akan kandas di tengah jalan.
Oleh karenanya, dasar, pokok dari cara pemerintahan pun harus disesuaikan dengan dasar perjuangan sekarang. Meskipun misalnya orang-orangnya pemerintah sehari diganti sepuluh kali, bila sistemnya masih tetap, maka pergantian orang itu, tidak membawa arti apa-apa.
Cara menyesuaikan system pemerintahan dengan system perjuangan sekarang inilah, yang harus diperhatikan oleh para pemimpin. Tentu saja dengan mengingat, bahwa pergantian system itu, tidak akan mengurangi usaha Persatuan Perjuangan Rakyat sekarang. Sebab dipandang dari sudut strategi perjuangan, sekarang ini segala kekuatan yang ada, harus dapat dipersatukan untuk menggempur usaha musuh yang akan mengurangi Kemerdekaan kita yang 100% itu.
Untuk dapat mempergunakan segala kekuatan yang ada itu, baiklah kita mengingat pelajaran Lenin, ialah: “Dalam segala organisasi yang ada, itulah letak kekuatanmu, kesanalah kamu harus mempergunakan kecakapanmu, supaya dapat menarik kekuatan-kekuatan didalamnya”. Demikian kurang lebih pesan Lenin kepada pengikut-pengikutnya.
Titik sejarah kita hadapi!
Janganlah hendaknya kita keliru menginjak titik itu, sehingga kita tergelincir dari jembatan emas Kemerdekaan. Menginjak titik sejarah itu tentu saja, tidak dapat hanya dengan tekat terburu nafsu saja.
Hati boleh terbakar, akan tetapi otak harus tetap dingin!!!
Pemimpin menanggung-jawab hidupnya Rakyat yang 70.000.000 itu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar